Nenek Tua Ini mengembalikan Dompet yang Ditemukannya, Tapi Si Pemilik Malah Mengaku Begini, Hingga..

]

Di pasar sayur kota Chengnan, Tiongkok kerap terlihat seorang nenek, sebut saja namanya nenek Sonya.

Nenek Setiap hari, nenek Sonya selalu memungut beberapa potongan sayur-sayuran yang dibuang di depan kios penjaja sayur.

Semua orang di sekitar tahu nenek Sonya adalah seorang wanita tua yang malang, suaminya meninggal saat anaknya masih kecil, sehingga nenek Sonya harus membesarkan putranya seorang diri.

Namun, nasib malang sepertinya selalu menyertai si nenek, saat putranya telah dewasa dan menikah serta memiliki momongan. Putranya didiagnosis menderita penyakit diabetes stadium akhir.

Terlebih lagi menantu si nenek atau isteri putranya seketika minta cerai karena penyakitnya ini dan memilih meninggalkan anak mereka, sehingga si nenek kembali harus menanggung beban hidup sekeluarga.

Namun, karena miskin, kondisi anaknya juga tidak mendapatkan perawatan yang memadai, akhirnya putranya pun meninggal.

Nenek Sonya telah menginjak usia 70 tahun, dan karena sudah tua, sehingga tidak bisa lagi bekerja di luar, si nenek terpaksa memungut sampah daur ulang untuk menghidupi diri dan cucu perempuannya.

Setiap pagi dia pergi ke pasar memunggut daun-daun sayuran untuk dijadikan lauk pauk sebagai makanan sehari bersama cucunya.

Penghasilan yang seadanya, dia membesarkan cucunya itu. Hal yang paling dia takutkan adalah, cucunya akan menjadi yatim piatu jika suatu hari nanti dia meninggal dunia.

Oleh karena itu, dia sangat berharap dirinya masih bisa bertahan beberapa tahun lagi.

Suatu pagi, cucunya harus bayar biaya pendidikan sebesar 200 ribu.

Uang sebesar 200 ribu adalah uang yang dihasilkan nenek ini selama sebulan lebih dari hasil mungut sampah. Nenek Sonya tidak tahu dirinya sanggup membiayai cucunya sampai kapan.

Hari itu, nenek Sonya mengaduk-aduk tempat sampah diiringi hujan lebat, dia berharap bisa mendapatkan botol plastik atau kaleng minuman.

Siangnya, nenek Sonya menikmati mantou (roti kukus tanpa isi) dan air minum sisa kemarin malam sebagai bekal makan siangnya.

Malamnya, nenek Sonya membawa sekantong sampah daur ulang, untuk dijual ke pos daur ulang terdekat, sambil berjalan ia memperkirakan bisa mendapatkan sekitar 30 ribu-an.

Bukan main senangnya nenek Sonya setelah laku terjual, hari berganti malam, jalanan mulai sepi, lampu penerang pun sudah dinyalakan, dalam perjalanan pulangnya, tiba-tiba nenek Sonya melihat dompet kulit berwarna hitam.

Dia memungutnya dan melihat isi di dalamnya, ada 4 juta rupiah. Wow! Uang yang banyak sekali! Dia langsung berpikir, “pemiliknya pasti gelisah kehilangan uangnya.”


Sepertinya dompet itu tidak lama terjatuh dan tidak disadari oleh pemiliknya.

“Ya sudah, saya tunggu di sini saja biar pemiliknya gampang mencariku,” gumamnya.

Nenek Sonya pun menunggu dan menunggu, hingga muncul sebuah mobil mewah melewati jalan itu dengan kecepatan seperti kura-kura.

Seorang pria setengah baya dengan jas yang kelihatannya mahal turun dan bertanya pada nenek Sonya :

“Nek, apa nenek melihat dompet di sekitar sini?”

Nenek pun meminta pria ini menggambarkan bentuk dompet tersebut dan benar, dompet yang digambarkannya sama persis dengan dompet yang dipungutnya.

Nenek pun menyerahkan dompet itu.

Saat pria ini memeriksa isi dompetnya, wajahnya yang tadinya tersenyum seketika berhenti dan berkata dengan nada dingin : “Wah, tidak benar nih, jelas-jelas ada 8 juta rupiah, kok hanya tersisa 4 juta rupiah ?”

“Tidak mungkin, saya tidak mengambil sepeser pun, saya hanya membuka untuk melihat apa isinya, sungguh saya tidak menyentuh uangnya sama sekali, jika memang saya berniat mengambilnya, tidak mungkin saya menunggu anda kembali,” ujar nenek Sonya membela diri.

Bagaimanapun nenek Sonya membela diri, pria pemilik dompet tampaknya tidak terima, karena dia merasa uangnya diambil oleh nenek Sonya.



Pada saat itu, dalam kepasrahannya, nenek Sonya hampir berlutut di depan pria itu, bersamaan dengan itu, seorang remaja perempuan keluar dari dalam mobil dan menghampiri mereka berdua, “ada apa sih pa, kok ribut – ribut?”

Nenek Sonya langsung berkata pada si remaja, “Nak, tolong jelaskan pada papamu. Saya menemukan dompetnya, dan isinya memang hanya 4 juta, saya tidak tahu apa-apa, saya tidak ambil uang itu sama sekali, sumpah!” kata nenek Sonya.

Mendengar penjelasan si nenek, si remaja langsung bicara pada papanya, “Pa, papa ini gimana sih? Masa masih muda sudah lupa, tadi siang kita beli barang 6 juta !?”

Papanya berpikir baru ingat, “Oh ya, ternyata tadi aku beli barang ya! Nek maafkan aku, aku benar-benar lupa!

“Maafkan aku! Kalau begitu, dalam dompetku kelebihan 2 juta, ini bukan uangku, berarti 2 juta ini nenek ambil saja ya sebagai permintaan maaf saya, saya hanya ambil bagianku saja!” Nenek ini terpaku memegang uang 2 juta rupiah.

Di samping lega karena tak dituduh lagi, dia juga bersyukur bertemu dengan putri si empunya dompet.

Nenek ini tahu, putrinya sengaja bilang 6 padahal mungkin harga barangnya 4 juta rupiah, tapi karena putri ini tahu papanya punya ingatan yang lemah dan sedikit keterlaluan, akhirnya putrinya berkata seperti ini, mungkin sebagai bentuk permintaan maaf juga.

Nenek ini pulang dengan rasa syukur. Sepulangnya di rumah, dia menceritakan kejadian itu pada cucunya.

Mungkin karena kejujuran si nenek, sehingga Sang Maha Melihat membantu si nenek melalui putri si empunya dompet dengan cara seperti itu.

Bayangkan coba, apa yang akan terjadi selanjutnya jika tidak ada si remaja saat itu. (jhon/asr) Beautieslife

Suami Koma Selama 15 Tahun, Begitu Sadar Ia Kaget Lihat Cewek Lain Lakukan Hal Ini !

Manusia itu bersifat lemah , membutuhkan perlindungan serta pertolongan. Kemampuan kita selaku manusia dibatasi oleh penglihatan, pendengaran, akal dan fisik.
Sungguh amat banyak kejadian yang terjadi diluar jangkauan kemampuan manusia untuk mengatasinya dan selayaknya meminta tolong kepada Tuhannya, melalui ibadah dan doa.

Janganlah pernah putus asa jika Tuhanmu adalah Allah. Cukup ketuklah pintunya dengan doamu yang tulus.
Hiaslah do'amu dengan berhusnudzon kepada Allah Yang Maha Suci. Lalu yakinlah dengan pertolongan yang dekat dariNya.
Kisah yang menggetarkan hati ini tampaknya sangat cocok untuk menggambarkan betapa dahsyatnya kekuatan doa, seperti disadur dari situs www.muslm.org, diterjemahkan oleh Ustadz Firanda Andirja seperti dilansir dari situs firanda. Selengkapnya:

Seorang istri menceritakan kisah suaminya pada tahun 1415 H, ia berkata :
Suamiku adalah seorang pemuda yang gagah, semangat, rajin, tampan, berakhlak mulia, taat beragama, dan berbakti kepada kedua orang tuanya.
Ia menikahiku pada tahun 1390 H. Aku tinggal bersamanya (di kota Riyadh) di rumah ayahnya sebagaimana tradisi keluarga-keluarga Arab Saudi.

Aku takjub dan kagum dengan baktinya kepada kedua orang tuanya. Aku bersyukur dan memuji Allah yang telah menganugerahkan kepadaku suamiku ini. Kamipun dikaruniai seorang putri setelah setahun pernikahan kami.
Lalu suamiku pindah kerjaan di daerah timur Arab Saudi. Sehingga ia berangkat kerja selama seminggu (di tempat kerjanya) dan pulang tinggal bersama kami seminggu.

Hingga akhirnya setelah 3 tahun, dan putriku telah berusia 4 tahun… Pada suatu hari yaitu tanggal 9 Ramadhan tahun 1395 H tatkala ia dalam perjalanan dari kota kerjanya menuju rumah kami di Riyadh ia mengalami kecelakaan, mobilnya terbalik.
Akibatnya ia dimasukkan ke Rumah Sakit, ia dalam keadaan koma. Setelah itu para dokter spesialis mengabarkan kepada kami bahwasanya ia mengalami kelumpuhan otak. 95 persen organ otaknya telah rusak.

Kejadian ini sangatlah menyedihkan kami, terlebih lagi kedua orang tuanya lanjut usia. Dan semakin menambah kesedihanku adalah pertanyaan putri kami (Asmaa') tentang ayahnya yang sangat ia rindukan kedatangannya. Ayahnya telah berjanji membelikan mainan yang disenanginya…
Kami senantiasa bergantian menjenguknya di Rumah Sakit, dan ia tetap dalam kondisinya, tidak ada perubahan sama sekali.
Setelah lima tahun berlalu, sebagian orang menyarankan kepadaku agar aku cerai darinya melalui pengadilan, karena suamiku telah mati otaknya, dan tidak bisa diharapkan lagi kesembuhannya.

Yang berfatwa demikian sebagian syaikh -aku tidak ingat lagi nama mereka- yaitu bolehnya aku cerai dari suamiku jika memang benar otaknya telah mati. Akan tetapi aku menolaknya, benar-benar aku menolak anjuran tersebut.
Aku tidak akan cerai darinya selama ia masih ada di atas muka bumi ini. Ia dikuburkan sebagaimana mayat-mayat yang lain atau mereka membiarkannya tetap menjadi suamiku hingga Allah melakukan apa yang Allah kehendaki.

Akupun memfokuskan konsentrasiku untuk mentarbiyah putri kecilku. Aku memasukannya ke sekolah tahfiz al-Quran hingga akhirnya iapun menghafal al-Qur'an padahal umurnya kurang dari 10 tahun.
Dan aku telah mengabarkannya tentang kondisi ayahnya yang sesungguhnya. Putriku terkadang menangis tatkala mengingat ayahnya, dan terkadang hanya diam membisu.
Putriku adalah seorang yang taat beragama, ia senantiasa sholat pada waktunya, ia sholat di penghujung malam padahal sejak umurnya belum 7 tahun.

Aku memuji Allah yang telah memberi taufiq kepadaku dalam mentarbiyah putriku, demikian juga neneknya yang sangat sayang dan dekat dengannya, demikian juga kakeknya rahimahullah.
Putriku pergi bersamaku untuk menjenguk ayahnya, ia meruqyah ayahnya, dan juga bersedekah untuk kesembuhan ayahnya.
Pada suatu hari di tahun 1410 H, putriku (kini berusia 19 tahun) berkata kepadaku : Ummi biarkanlah aku malam ini tidur bersama ayahku...Setelah keraguan menyelimutiku akhirnya akupun mengizinkannya.

Putriku bercerita : Aku duduk di samping ayah, aku membaca surat Al-Baqoroh hingga selesai. Lalu rasa kantukpun menguasaiku, akupun tertidur.
Aku mendapati seakan-akan ada ketenangan dalam hatiku, akupun bangun dari tidurku lalu aku berwudhu dan sholat –sesuai yang Allah tetapkan untukku-.

Lalu sekali lagi akupun dikuasai oleh rasa kantuk, sedangkan aku masih di tempat sholatku. Seakan-akan ada seseorang yang berkata kepadaku;
"Bangunlah…!!, bagaimana engkau tidur sementara Ar-Rohmaan (Allah) terjaga??, bagaimana engkau tidur sementara ini adalah waktu dikabulkannya doa, Allah tidak akan menolak doa seorang hamba di waktu ini??"

Akupun bangun…seakan-akan aku mengingat sesuatu yang terlupakan…lalu akupun mengangkat kedua tanganku (untuk berdoa), dan aku memandangi ayahku –sementara kedua mataku berlinang air mata-.
Aku berkata dalam do'aku, "Yaa Robku, Yaa Hayyu (Yang Maha Hidup)…Yaa 'Adziim (Yang Maha Agung).., Yaa Jabbaar (Yang Maha Kuasa)…, Yaa Kabiir (Yang Maha Besar)…, Yaa Mut'aal (Yang Maha Tinggi)…, Yaa Rohmaan (Yang Maha Pengasih)…, Yaa Rohiim (Yang Maha Penyayang)…, ini adalah ayahku, seorang hamba dari hamba-hambaMu, ia telah ditimpa penderitaan dan kami telah bersabar, kami Memuji Engkau…, kemi beriman dengan keputusan dan ketetapanMu baginya…
Ya Allah…, sesungguhnya ia berada dibawah kehendakMu dan kasih sayangMu.., Wahai Engkau yang telah menyembuhkan nabi Ayyub dari penderitaannya, dan telah mengembalikan nabi Musa kepada ibunya…

Yang telah menyelamatkan Nabi Yuunus dari perut ikan paus, Engkau Yang telah menjadikan api menjadi dingin dan keselamatan bagi Nabi Ibrahim…sembuhkanlah ayahku dari penderitaannya…
Ya Allah…sesungguhnya mereka telah menyangka bahwasanya ia tidak mungkin lagi sembuh…Ya Allah milikMu-lah kekuasaan dan keagungan, sayangilah ayahku, angkatlah penderitaannya…"
Lalu rasa kantukpun menguasaiku, hingga akupun tertidur sebelum subuh. Tiba-tiba ada suara lirih menyeru.., "Siapa engkau?, apa yang kau lakukan di sini?".

Akupun bangun karena suara tersebut, lalu aku menengok ke kanan dan ke kiri, namun aku tidak melihat seorangpun.
Lalu aku kembali lagi melihat ke kanan dan ke kiri…, ternyata yang bersuara tersebut adalah ayahku…

Maka akupun tak kuasa menahan diriku, lalu akupun bangun dan memeluknya karena gembira dan bahagia…, sementara ayahku berusaha menjauhkan aku darinya dan beristighfar.


Ia berkata, "Ittaqillah…(Takutlah engkau kepada Allah….), engkau tidak halal bagiku…!". Maka aku berkata kepadanya, "Aku ini putrimu Asmaa'".

Maka ayahkupun terdiam. Lalu akupun keluar untuk segera mengabarkan para dokter. Mereka pun segera datang, tatkala mereka melihat apa yang terjadi merekapun keheranan.
Salah seorang dokter Amerika berkata –dengan bahasa Arab yang tidak fasih- : "Subhaanallahu…".  Dokter yang lain dari Mesir berkata, "Maha suci Allah Yang telah menghidupkan kembali tulang 
belulang yang telah kering…".

Sementara ayahku tidak mengetahui apa yang telah terjadi, hingga akhirnya kami mengabarkan kepadanya. Iapun menangis…dan berkata;
Sungguh Allah adalah Penjaga Yang terbaik, dan Dialah yang Melindungi orang-orang sholeh…, demi Allah tidak ada yang kuingat sebelum kecelakaan kecuali sebelum terjadinya kecelakaan aku berniat melaksanakan sholat dhuha, aku tidak tahu apakah aku jadi mengerjakan sholat duha atau tidak..??

Sang istri berkata : Maka suamiku Abu Asmaa' akhirnya kembali lagi bagi kami sebagaimana biasnya yang aku mengenalinya, sementara usianya hampir 46 tahun.
Lalu setelah itu kami pun dianugerahi seorang putra, Alhamdulillah sekarang umurnya sudah mulai masuk tahun kedua.
Maha suci Allah Yang telah mengembalikan suamiku setelah 15 tahun…, Yang telah menjaga putrinya…, Yang telah memberi taufiq kepadaku dan menganugerahkan keikhlasan bagiku hingga bisa menjadi istri yang baik bagi suamiku…meskipun ia dalam keadaan koma…

Maka janganlah sekali-kali kalian meninggalkan do'a…, sesungguhnya tidak ada yang menolak qodoo' kecuali do'a…barang siapa yang menjaga syari'at Allah maka Allah akan menjaganya.
Jangan lupa juga untuk berbakti kepada kedua orang tua… dan hendaknya kita ingat bahwasanya di tangan Allah lah pengaturan segala sesuatu…di tanganNya lah segala taqdir, tidak ada seorangpun selainNya yang ikut mengatur…

Ini adalah kisahku sebagai 'ibroh (pelajaran), semoga Allah menjadikan kisah ini bermanfaat bagi orang-orang yang merasa bahwa seluruh jalan telah tertutup, dan penderitaan telah menyelimutinya, sebab-sebab dan pintu-pintu keselamatan telah tertutup…
Maka ketuklah pintu langit dengan do'a, dan yakinlah dengan pengabulan Allah….Demikianlah….Alhamdulillahi Robbil 'Aaalamiin. (tribunnews)

Terungkap, Ini Sosok Kuntilanak yang Tertangkap Kamera di Panggung D4 Academy





Hal tersebut dikarenakan ajang D'Academy mengusung konsep yang berbeda dengan ajang pencarian bakat di stasiun televisi swasta pada umumnya.

Ajang D'Academy mengusung konsep mencari bakat penyanyi dangdut.

Seperti diketahui, dangdut menjadi genre musik yang sudah melegenda di Indonesia.

Konsep tersebut yang menarik perhatian netizen.

Selain menonjolkan bakat-bakat unggul, acara tersebut juga sering mengungkap latar belakang dari para finalisnya.

Sehingga membuat netizen semakin mengidolakan acara tersebut maupun finalisnya.

Namun, ada satu momen langka yang diunggah oleh salah satu finalis D'Academy 4.

Finalis tersebut adalah Febrian.

Febrian menyebut ada penampakan hantu di panggung D'Academy 4.

Sontak, foto tersebut membuat heboh netizen yang melihatnya.

Banyak netizen yang dibuat penasaran oleh penampakan tersebut.
instagram.com/pemirsaindosiar

Namun, akhirnya terungkap siapa sosok sebenarnya dari penampakan itu.

Akun instagram tante_rempongg mengunggah kenyataan sosok wanita yang disebut penampakan hantu.

Dari unggahan akun instagram itu ternyata terungkap bahwa sosok tersebut merupakan Erie Suzan.

Hal itu diperkuat oleh penampilan Erie Suzan pada malam itu.

Erie Suzan sempat tampil di panggung D'Academy 4 menggunakan busana serba putih.

Sementara, unggahan yang diduga penampakan itu pun ternyata menggunakan busana putih.
instagram.com/tante_rempongg

Melihat unggahan tersebut, netizen banyak menyetujui bahwa sosok penampakan itu merupakan Erie Suzan.

Bahkan, banyak netizen yang menganggap unggahan penampakan itu hanyalah sebuah sensasi.

"Biar eksik kali tuh si duo," tulis akun @muh_ikhsan95

"haaha iya bnr itu kan tampak blkang Ery Susan nya. haha," tulis akun @yurandyunita

"Ya ampun kasihan ka erie di sangka hantu," tulis akun @aldinbeibs

Sudah 7 Tahun Pacaran, Setelah Menikah Baru Tahu Ternyata Mempelai Prianya Adalah..

Tujuh tahun sudah hubungan terjalin. Pasangan ini kemudian sepakat menikah. Ijab kabul pun kelar bahkan pesta akan segera digelar. Namun belakangan terungkap, ternyata mempelai yang ngakunya pria, ternyata wanita. Sontak, kejadian ini menghebohkan warga sekitaran Rengat, Riau. Pernikahan sejenis ini sebenarnya sudah berlangsung di KUA Rengat.
Beruntung, pihak mempelai wanita yang curiga, cepat mengecek identitas pria yang ngakunya bernama Defrian Suriono. Akhirnya dia diketahui berjenis kelamin wanita dengan nama asli Desi.
Selama ini, Desi (43) dan Re (26) menjalin hubunganasmara melalui telepon. Sepintas, DS yang mengubah nama menjadi Desi, layaknya pria. Berambut pendek dengan stelan kemeja, sudah siap dinikahkan di KUA Rengat.
��Pihak perempuan merupakan korban penipuan dari pria jadi-jadian tersebut. Desi yang diketahui berdomisili di Rohul, merubah alamatnya di Desa Sei Beringin, Kecamatan Rengat,� ucap Sutiar, Kepala Desa Pasir Kemilu.

Sementara Ak, orangtua Re awalnya mengaku resah. Pasalnya, sudah tujuh tahun putrinya berhubungan, sekali pun mereka tak pernah berjumpa. �Lalu saya minta kejelasan kepada anak saya supaya menyuruh pacarnya datang,� ujar Ak.
Sedari awal warga Desa Pasir Kemilu ini sudah menaruh curiga. Apalagi Desi datangnya sendirian. Alasannya dia sudah tidak punya keluarga lagi. �Pengakuannya dari Duri dan tidak punya orangtua,� ujar Ak.
Identitas Desi terbongkar setelah pihak keluarga menerima informasi setelah ijab kabul. Sesuai berkas yang diterima KUA Rengat, Desi merupakan warga Desa Sungai Beringin, Kecamatan Rengat.
Sutiar menambahkan, awalnya pemerintah desa juga tidak mengetahui bahwa mempelai laki-laki itu ternyata perempuan. Baru mengetahui setelah kasus ini menjadi pembicaraan warga.
Maka dilakukanlah penelusuran hingga akhirnya dibuat surat pernyataan tentang tidak pernah terjadi pernikahan antara kedua belah pilak. Hal itu berdasarkan permintaan keluarga mempelai perempuan.
Ijab kabul pasangan sejenis ini dilakukan, Kamis (7/4) jelang siang. Bahkan resepsi pernikahan rencananya dilaksanakan, Sabtu (9/4). Beruntung pihak KUA Rengat cepat mengetahui bahwa mempelai laki-laki ternyata berjenis kelamin perempuan. Pernikahan yang sudah berlangsung lalu dibatalkan.
��Benar, sempat dilakukan ijab kabul. Namun pernikahan itu batal setelah kita ketahui calon mempelai laki-laki ternyata perempuan. Pernikahan itu otomatis batal karena tidak memenuhi rukun dan syarat,�� ujar Kepala KUA Rengat Mistar Abdurraman SAg. [surga-tausiah]

Video Guru Tampar Siswa SMK Kesatrian Purwokerto Viral dan Bikin Netizen Gregetan. Ini Klarifikasinya!


Video guru tampar siswa viral di media sosial. Kabarnya, insiden itu terjadi di SMK Kesatrian Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah.

Dalam video tersebut terlihat seorang guru dan siswa bediri di depan kelas. Sang guru kemudian mengusap-usap pipi kiri korban.

Selanjutnya, guru mengambil ancang-ancang dan langsung menampar siswa tersebut dengan sangat keras. Siswa sempat terhuyung ke belakang sebelum kembali ke tempat duduknya.


“Dapet kiriman dari temen, oknum guru SMK KESATRIAN PURWOKERTO. Masih jaman ngajar pake cara ginian?,” tulis akun Adji Baskoro yang memposting video tersebut, Kamis (19/4/2018).

Setelah viral, oknum guru tersebut langsung memberikan klarifikasi. Dia mengakui menampar siswanya. Namun korbannya tidak hanya satu. Hampir semua siswanya pernah mendapat hukuman dari dirinya.

Guru tersebut lantas mengumpulkan siswanya di dalam kelas. Di depan kamera, guru itu meminta kesaksian dari para siswa yang pernah menjadi korbannya.

“Saya akan klarifikasi kalau video saya sampai muncul di media sosial. Iya, saya memukul mereka dan ini semua korban,” ucap guru tersebut sambil merekam semua siswanya yang jadi korban.

Ia menambahkan bahwa dia memukul siswa karena ada tujuannya. “Saya paham, saya ngerti, saya pun melakukannya dengan tujuan. Saya tidak serta merta melakukannya tanpa tujuan. Saya paham apa yang ada di dalam hati kalian,” imbuhnya.

Guru itu lantas bertanya kepada para siswanya apakah merasa diintimidasi atau tidak. Semua siswa pun kompak menjawab bahwa mereka tidak diintimidasi.

Guru itu kemudian meminta kepada para siswa untuk membalas jika merasa diintimidasi.

“Saya tawarkan sama kamu, kalau misalnya di antara kalian ada yang merasa dendam dengan saya tas apa yang saya lakukan tadi, silakan. Kalau mau balas dendam ke saya, saya akan terima,” tandas  guru tersebut.

Ratna Pandita Kesakitan 'Disruduk' Pay *dara Lucinta Luna. Netizen Heboh Sebut Su su Beton VS Su su Murni


Sejak muncul ke publik, nama Lucinta Luna langsung jadi perbincangan.

Lucinta Luna disebut sebagai seorang transgender.

Telah banyak bukti yang menyudutkan jika personel Duo Bunga ini adalah transgender.


Namun Lucinta Luna tetap membantah kabar tersebut.


Nama Lucinta Luna mengawali karir sebagai penyanyi yang tergabung dalam grup Duo Bunga bersama Ratna Pandita.

Mereka membentuk sebuah goyangan yang disebut dengan goyang mekar.

Terdapat video saat Lucinta Luna dan Ratna Pandita tengah melakukan latihan vokal.

Dengan diiringi musik seadanya, kedua penyanyi ini terlihat asyik bernyanyi.

Keduanya juga hanya mengenakan pakaian santai.

Tak ketinggalan mereka juga memamerkan goyangannya.

Keduanya tampak berjoget secara berhadapan dengan saling  beradu


Namun secara tak sengaja, Lucinta nampak menabrak dada rekan duetnya tersebut.


Sontak, Ratna Pandita langsung berteriak kesakitan sambil memegang dadanya.

Hal ini seperti yang dilansir TribunStyle.com dari akun Instagram @lambeevlintir


Melihat Ratna kesakitan, Lucinta Luna pun langsung meminta maaf.

Namun melihat hal ini, banyak netizen yang merasa ngakak dibuatnya.

Mereka menyebut jika dada Lucinta Luna merupakan palsu sehingga saat bertabrakan tak merasa kesakitan.




Berikut ini postingannya dengan menuliskan caption, Lihatlah!!
"JURUS TAMPARAN MAUT TOK*T MAS PATAH"
.
Pasti sakit banget yah ngol ongol 😂
Susu Beton VS Susu Murni 😂
.
Awas kalo kelen ketawa 😂



Ini videonya:


Beritaterheboh.com 

Istrinya Telah Melahirkan 9 Anak, Seorang Pria Baru Mengetahui Bahwa Dirinya Mandul


Baru-baru ini, seorang pria Maroko mengajukan gugatan cerai terhadap istrinya.

Dia menuduh wanitanya tersebut telah melakukan perselngkhan.

Setelah menjalani pemeriksaan kesehatan, pria Maroko diduga mengalami kemandulan.


Sehingga, tak mungkin bagi dirinya menjadi ayah dari 9 anak yang dilahirkan oleh sang istri.

Berdasarkan hasil pemeriksaan pula, diketahui bahwa pria tersebut memiliki sebuah kista kecil di testis kanannya.

Dokter mengatakan bahwa kista tersebut sudah lama bersarang di tubuhnya.


Meskipun tidak membahayakan nyawanya, kista tersebut menyebabkan dirinya mandul.

Satu-satunya yang menjadi masalah dan mengganggu pikirannya adalah bahwa selama 35 tahun pernikahannya, sang istri telah melahirkan 9 anak.

Dilansir  dari Oddity Central, pria tersebut tidak langsung begitu saja menggugat sang istri.

Ia masih melakukan serangkaian tes untuk memastikan apakah dirinya memang benar-benar mandul.

Hingga akhirnya diperoleh hasil jika dirinya memang tidak bisa menjadi ayah dalam kurun waktu 50 tahun terakhir.

Terkejut akan berita ini, pria tersebut langsung menghubungi pengacaranya dan mengajukan guguatan cerai terhadap sang istri.


Ia menuduh sang istri telah melakukan per*inahan.

Pria itu juga diduga mengajukan petisi kepada kepala pengadilan tingkat I untuk menunjuk tim spesialis medis guna memastikan hasil tes yang dilakukan sebelumnya memang benar.

Pihak pengadilan memiliki tim hukum yang menyelidiki semua hasil tes yang dilakukan pria tersebut.


Ternyata, hasilnya sesuai dan benar bahwa pria tersebut mandul.

Di Maroko, perzinahan adalah suatu kejahatan.


Jadi, jika istri dari si pria tersebut bersalah, maka kemungkinan si wanita akan dihukum penjara.

Mengetahui kenyataan yang membuatnya terkejut itu, akhirnya pria Maroko tersebut memutuskan hubungan dengan sang istri.

Selain itu dia meminta untuk dibebaskan dari tanggung jawab sebagai orang tua.(Grid.id)